Selasa, 23 Juni 2009

Apa Sih EndNote Itu...??

EndNote adalah program yang berfungsi untuk membantu mengelola referensi, yang sudah menumpuk. Bahkan … fungsi program EndNote bukan hanya sebagai pengelola (data base) referensi tetapi juga bisa juga gambar-gambar. Selain itu hebatnya EndNote juga berfungsi sebagai penyusun bibliografi dan manuskrip. Kalau kita punya akses internet, Endnote juga bisa menjadi pelacak referensi online.

Sebagai program data base EndNote membantu menyimpan seluruh data referensi, untuk semua format, yang telah kita miliki. Kalau ada abstrak, catatan yang kita buat, gambar/ilustrasi/tabel, yang perlu disimpan bersamaan juga bisa. Bahkan bisa juga kita hubungkan (link) dengan file full-text nya (word atau pdf) atau alamat di web (jika ada). Jadi kita tidak perlu repot-repot lagi mencari filenya saat membutuhkan. Data bisa kita masukan dengan manual untuk tiap judul, tetapi bisa juga di-import dari database online (lihat posting sebelumnya) Untuk pencarian kembali, gunakan saja fasilitas pencarian sesuai dengan yang ingin dicari.

Eloknya lagi, ini fungsi keduanya, kerepotan menulis referensi (termasuk sistem yang dipakai) terjawab dengan EndNote. Karena program ini dirancang add-in dengan program word. Kita tinggal insert referensi yang diperlukan, dengan memilih dulu di database EndNote tentunya. Daftar pustakapun otomatis akan dibuatnya pada akhir dokumen yang kita buat. Penambahan referensi langsung direspon dengan otomatis pengurutan di daftar pustaka. Mau ganti sistem penulisan referensi? Misalnya dari sistem Harvard ke sistem Cambridge? Tinggal klik style yang akan dipakai? Otomatis semuanya berubah. Mau menciptakan sistem sendiri (misal gaya UAJY) bisa juga kita lakukan. Jadi pertanyaan soal konsistensi penulisan tadi … sudah tidak relevan lagi!

Jumat, 03 April 2009

Sistem Informasi Geografis

Informasi geografis merupakan informasi tentang tempat pada permukaan bumi yang berarti pengetahuan tentang dimana sesuatu berada dan apa yang ada pada suatu lokasi tertentu. Informasi tersebut dapat sangat terinci, misalnya: informasi tentang lokasi semua bangunan yang ada di sebuah kota, atau informasi tentang pohon-pohon tunggal dalam suatu hutan. Namun dapat pula informasi tersebut sangat kasar, misalnya: iklim dari suatu daerah yang luas, kepadatan populasi dari negara-negara. Pada contoh-contoh tersebut dikatakan memiliki resolusi geografis yang berbeda.

Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah sistem yang digunakan untuk mengelola data dan informasi keruangan. SIG memiliki cakupan yang sangat luas, mulai dari pengambilan data di lapangan menggunakan Global Positioning System (GPS), input data ke komputer, analisa dengan software, keluaran berupa model peta, 3D display, SIG berbasis web, dan sebagainya.

GPS merupakan sistem navigasi radio berbasis satelit yang dapat menyediakan data lokasi 3 dimensi (lintang, bujur, dan elevasi) di seluruh dunia yang sangat akurat dan tersedia selama 24 jam penuh.

SIG merupakan suatu database dengan tujuan khusus (special purposed database) dengan acuan utama sistem koordinat spasial yang telah umum digunakan dalam geografi. SIG yang komprehensif memerlukan:

1. Masukan data, dari peta, foto udara, citra satelit, survey, dan sumber-sumber lainnya.
2. Penyimpanan data, pengambilan kembali, dan query.
3. Transformasi data, analisis, dan pemodelan, termasuk statistik spasial.
4. Pencetakan data, misalnya peta, laporan-laporan dan perencanaan.

Sebagai sistem untuk mengelola data geografis maka sistem tersebut harus memiliki kapabilitas pemetaan dan analisa segala sesuatu yang terdapat atau terjadi di permukaan bumi. Sebagai sebuah sistem informasi mengintegrasikan operasi database yang umum (mis. Query) dan analisa statistik dengan kekhasan visualisasi dan analisa yang ditawarkan oleh peta. Kemampuan tersebut yang membedakan SIG dengan SI yang lain dan membuatnya sangat bernilai untuk menjelaskan kejadian, memprediksikan suatu akibat, dan menyusun perencanaan strategis.

Sekarang ini, aplikasi SIG tidak hanya menjadi domain sektor-sektor yang berhubungan dengan lahan saja (seperti militer, pertambangan, kehutanan, perkebunan dan pertanian), tapi juga sudah secara luas digunakan untuk kesehatan, perdagangan, distribusi, jaringan, dan bisnis.

Banyak instansi pemerintah dan perusahaan sudah mulai menganggap penting atau bahkan sudah menggunakan SIG. Mengembangkan SIG, sebagaimana sistem-sistem lainnya, tentu saja harus dibarengi dengan strategi yang tepat agar pengembangannya tidak salah arah. Banyak sekali pengembangan sistem informasi yang gagal karena berorientasi kepada output. Tidak ada mekanisme updating atau desain ulang sistem serta terkuncinya kode sumber (source code) adalah penyebab gagalnya pengembangan sistem informasi. Tidak terkecuali SIG, sering sekali pengembangannya diarahkan untuk menghasilkan peta yang besar, menghasilkan CD/DVD interaktif, SIG berbasis web seperti GoogleEarth, dan display tiga dimensi. Pola pikir tersebut keliru karena orientasinya adalah output tanpa menekankan bagaimana proses di dalam sistem berjalan dengan baik.

Pengembangan SIG berorientasi output, akan menyebabkan banyak masalah seperti data tidak lengkap, data tidak terorganisir dengan baik, analisis super sulit, output tidak akurat, tidak ada standardisasi dan banyak manipulasi. Pengembangan SIG harus berorientasi kepada proses sehingga fokusnya adalah menata bagaimana proses dalam SIG berjalan dengan baik; bagaimana input data dilakukan, analisis dijalankan, output disajikan, dan adanya review/update secara berkesinambungan.

SIG adalah sistem pendukung keputusan dalam instansi/perusahaan. Manfaat SIG jangan hanya dinikmati kelompok atau perorangan tertentu yang ekslusif. Untuk lingkup yang lebih luas, data-data keruangan yang merupakan hak publik, harus dapat diakses oleh publik misalnya data cuaca, infrastruktur, topografi, tata ruang, rawan bencana, dan sebagainya.

Mengembangkan SIG harus terintegrasi dengan memperhatikan semua komponen dalam SIG; yaitu manusia, perangkat lunak, perangkat keras, data/informasi keruangan dan metode. Kesalahan dengan hanya menitikberatkan pada satu komponen saja akan mengakibatkan gagalnya pengembangan SIG.

Perlu ditekankan bahwa pengembangan SDM SIG bukan hanya ditujukan untuk mendidik operator, perlu analis sistem dalam SIG. Pengambil keputusan sering salah menganggap bahwa SIG hanyalah tugas pegawai rendahan. Justru sebaliknya SIG, akan dirasakan manfaatnya jika ada ‘pemikir’ di dalamnya, tidak saja operator sotware. Pengembangan SDM SIG sudah seharusnya diarahkan juga untuk menghasilkan pemikir SIG. Pejabat-pejabat di instansi/perusahaan lah yang seharusnya mengikuti pelatihan seperti ini. Standardisasi perlu menjadi perhatian dalam mengembangkan SIG. Standardisasi akan menjamin keseragaman metode pengambilan data, analisis dan penyajian. Namun standardisasi jangan dilakukan dalam hal penggunaan software.

Perlu perubahan paradigma, khususnya di level pengambil keputusan, bahwa SIG bukan saja sebagai alat presentasi melainkan alat perencanaan. Justru keunggulan utama SIG berada pada kemampuannya untuk perencenaan, bukan sebagai pembuat peta.

SIG, berintegrasi dengan disiplin lainnya, dapat digunakan untuk menentukan lokasi yang optimal, distribusi komoditi yang efektif, mitigasi bencana, prediksi keruangan, dan sebagainya. Oleh karena itu pengambilan keputusan mengenai lahan atau bersifat keruangan harus melibatkan SIG.

Pengembangan SIG berdasarkan strategi yang tepat akan menjamin kesinambungan pengembangannya. Output yang serba “wah” seperti display 3D dan GIS berbasis web akan dihasilkan dengan sendirinya dengan pengembangan SIG yang benar.

Minggu, 22 Maret 2009

OpenOffice, Office di Linux

Office di linux disebut OpenOffice, untuk seterusnya saya singkat dengan OO. Office buatan M$ (Microsoft) terdiri dari Word, Excel, PowerPoint, Access, FrontPage, Microsoft Outlook dsbnya. Kalau di OpenOffice ada Writer (Word), Calc (Excel), Impress (PowerPoint), Draw, FrontPage (HTML Document).

Dalam perjalannya, Linux berkembang seirama Microsoft Windows, yaitu melengkapi sistem operasinya bekerja dalam GUI (Graphic User Interface) sehingga mudah dioperasikan. Dengan bekerja di GUI, Linux menjadi lebih menarik untuk dipakai, karena semudah menggerakkan dan menekan tombol mouse.

Awalnya, sistem operasi Linux kebanyakan dipakai oleh penyelenggara jasa Internet (Internet Service Provider/ISP ) karena Linux dirancang untuk bekerja di sistem tersebut, seperti web server, mail server, proxy server, dan semua kebutuhan yang berhubungan dengan Internet.

Sejak dilahirkannya, Linux mempunyai sistem yang tangguh, tahan banting dan bisa bekerja tanpa perlu dilihat dan dipelihara dengan saksama. Artinya, sistem kerja Linux sangat tergantung dari kualitas perangkat kerasnya.

Akhir-akhir ini, selain ISP, Linux juga dipakai oleh perusahaan-perusahaan yang punya anggaran terbatas untuk pembelian piranti lunaknya. Karena, dengan menggunakan Linux, kita tidak perlu mengeluarkan biaya mahal untuk membeli lisensi pemakaian karena memang konsepnya adalah open source. Pengertian open source itu sendiri, yaitu sistem yang terbuka dan bisa kita lihat atau ubah, harus sedikit diberi tekanan penjelasan. Sebab yang dimaksud dengan terbuka itu bukan seenaknya dijalankan, tetapi ada batasan-batasan yang harus ditaati, terutama berhubungan dengan hak cipta.

Kelebihan dari Linux:

  • Program networking lebih handal

  • Desktop banyak macamnya, ada kde, gnome, xface

  • App semua free untuk diinstall dan dipakai

  • Ada emulator untuk menjalankan applikasi-applikasi windows


Kekurangannya:

  • Kadang user kurang user friendly, karena di linux tidak ada namnya drive, sedangkan asumsi user sama seperti windows yang ada drice "C:" dll

  • Driver untuk alat-alat yang baru kadang sangat sulit untuk mencarinya

  • Untuk applikasi Office (Open Office) tersa sangat berat dijalankan walaupun sudah dituning untuk p2/p3 hal ini juga bermasalah jika memorynya rendah <>

  • Membutuhkan hardisk yang lumayan besar, kayak Ubuntu 7, itu minta 5GB

  • Untuk mengupgrade kernel/system bagi admin yang masih baru akan tersa sulit, seperti mengompile kernel dll

  • Untuk menjalankan game-game yang under windows tidak semuanya bisa.seperti game online dll. Jadi kalo invest buat warnet sekalian game multi player tidak cocok. Rata-rata pakai wine hasilnya kurang memuaskan, ntar user pada lari.